Bisnis Pendidikan

Mungkin ini salah satu tanda, ilmu sudah kehilangan esensinya. Semakin maju zaman, semakin tua bumi, keberkahan ilmu semakin hilang. Begitu kata para pemuka agama. Hingga pada saatnya kita tinggal menunggu waktu, bumi hancur karena ilmu yang diuangkan.

Kota dan Kemiskinan

Kamu tidak akan menemukan itu di sini kawan. Di sini, jika kemiskinan hilang, maka orang-orang kaya itu akan mendadak miskin. Tidak ada lagi yang bisa mereka jual. Karena semua sudah merasa tidak perlu membeli apa-apa.

Kemana Sila Kelima?

Sudah menjadi tugas negara untuk memenuhi itu semua. Sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rakyat bekerja untuk negara, negara ada karena adanya rakyat, untuk itu sudah saatnya negara kembali hadir untuk rakyat.

Kembali Pada Ruh Nusantara

Karena sejatinya, mungkin peradaban bermula dari sini, dari tanah ini, tanah Nusantara. Untuk itu, tidak ada lagi alasan untuk tidak kembali. Membawa ruh Nusantara, kembali memimpin dunia.

Matang dan Membusuk

Ada manusia yang dewasa karena dipaksakan menjadi dewasa, ada yang dewasa secara naluriah kemudian disadari oleh manusia itu sendiri (baca:pemilik buah), dan terakhir ada yang menua tapi tidak menjadi dewasa.

Langit Jingga Mamat dan Memet

“Oia satu lagi, Mat. Gua gak suka liat gedung-gedung tinggi. Aneh, jalannya dibikin muter-muter, yang bisa masuk mobil doang, terus yang paling penting, katanya itu yang bikin panas Jakarta, Mat!”

Meneladani Kepasrahan Ibrahim

Maka rasanya tidak akan lengkap jika kita merayakan Hari Raya Iedul Adha tanpa meneladani sosok Ibrahim. Sosok yang kemudian disebut sebagai Bapak para nabi. Sosok yang mengajarkan ketulusan, keikhlasan, dan kepasrahan.

Negeri Latah!

Awalnya ingin ikut kemajuan, mereka malah kehilangan. Lupa jati diri, dan malah sibuk memperkaya diri. Latah karena katanya ingin maju seperti negeri lain, padahal negeri lain yang banyak mencontoh pada negeri ini.

Memahami Nilai dan Skor

Padahal manusia sejatinya membutuhkan nilai, tidak hanya membutuhkan skor. Tanpa skor, akan tetap ada nilai kemanusiaan. Tapi tanpa nilai, tidak akan pernah ada skor kemanusiaan. Itulah kita, manusia.