Soal Tipu Menipu

Untuk itu semua, kita tidak pernah benar-benar tahu, siapa sebenarnya yang tahu tentang kasus-kasus itu. Karena bisa saja mereka yang tahu, justru malah memanipulasi masyarakat luas dengan pengetahuan mereka.

Beberapa hari ini, ada berita obat ranitidin ditarik dari pasaran karena diduga mengandung zat yang bisa memicu kanker. Ranitidin sendiri adalah obat yng digunakan untuk gangguan sistem pencernaan, khususnya yang berkaitan dengan organ lambung.

Obat ini sudah lama digunakan, termasuk ketika saya masih berstatus sebagai mahasiswa kesehatan dan mengikuti pendidikan di lapangan. Setelah ditelaah, ternyata obat ini mulai diberikan izin edar sejak 1989, atau sekitar 30 tahun lalu.

Dengan adanya kasus ini, saya jadi teringat polemik penyebutan susu kental manis pada produk krimer yang dikemas dalam bentuk sachet. Salah satu yang diramaikan saat itu adalah pendapat yang mengatakan bahwa sebutan susu kental manis tidak sesuai dengan isi kandungannya.

Apa yang dikandung dalam susu kental manis lebih banyak gula ketimbang susunya. Bagi sebagian orang, hal ini pasti sudah diketahui sejak lama. Tapi mungkin tidak untuk sebagian lainnya. Tapi toh setelah keramaian itu, merk dagangnya tetap sama, susu kental manis. Mungkin itu sudah kepalang tenar.

Apa pun alasan yang ada di balik isu itu semua, ada satu hal yang perlu jadi pertanyaan bagi kita semua. Sudah berapa lama kita ditipu dengan semua produk industri yang beredar di pasaran?

Soal contoh dua kasus di atas, kasus ranitidin misalnya, tidak ada kejelasan apakah sejak pertama diizinkan beredar, obat itu sudah mengandung zat berbahaya atau tidak. Jika iya, apakah pemberi izin saat itu benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu.

Termasuk soal kasus susu kental manis, yang mungkin usia produksinya lebih tua dari 30 tahun. Apakah pada masa awal peredarannya, semua orang tidak tahu apa itu susu kental manis. Atau mereka yang tahu dan memiliki kuasa untuk memberi tahu, pura-pura tidak tahu karena satu dan lain hal.

Untuk itu semua, kita tidak pernah benar-benar tahu, siapa sebenarnya yang tahu tentang kasus-kasus itu. Karena bisa saja mereka yang tahu, justru malah memanipulasi masyarakat luas dengan pengetahuan mereka.

Jika begitu, bisa jadi akan muncul produk industri lain yang sebenarnya berbahaya bagi manusia tapi dibiarkan beredar begitu saja, atu bahkan sudah beredar sejak lama. Karena ada segelintir orang yang memiliki pengetahuan dan kuasa untuk memberitahukan, tapi tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Entah apa pun itu alasannya.

Hingga akhirnya nanti, semua orang tahu bahwa mereka telah ditipu. Sementara mereka yang benar-benar tahu, mencoba bersembunyi di balik batu. Jadi, sampai kapan kita akan terus ditipu atau tertipu?

Imam Maula Fikri

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan