Rindu Ini Milik Siapa

Kau ada, tapi bukan untuk dimiliki. Hadirmu semu, bagiku yang selalu merindu. Naif bagiku mengharapkan hal itu

Sosokmu menjelma menjadi bayangan, yang selalu membuntuti. Kau ikuti aku, dalam setiap langkahku. Setiap derap, tersesat bersama jiwa yang khilaf.

Senyummu mungkin ada untuk mengalihkan duniaku. Tapi itu bukan untukku. Kau miliknya, hanya miliknya, dan akan selalu menjadi miliknya. Sementara aku, cukup mengagumimu.

Satu langkah lagi dari hari ini, aku akan kehilanganmu. Kehilangan senyum itu, tatapan itu, dan rasa yang kita pendam sama-sama. Kau tahu itu, pun aku yang tahu. Tapi kita sama-sama terlalu takut untuk mengungkapkannya.

Pecundang, yang terkekang pahitnya pilihan. Jika kita tak bertemu lagi, jangan sesali semua ini. Biarkan semua pergi dengan keindahan yang sempat kita miliki, di ujung hari.

Tinggalkan Balasan