Mencari Zona Nyaman

Banyak manusia yang hidup dalam ketakutan yang mereka bangun. Mereka tidak berani keuar mencari aktifitas baru karena takut gagal, tidak berani mengeluarkan ide karena takut tidak dihargai, tidak berani mengemukakan hal yang ideal karena takut diasingkan.

Kita pasti pernah atau bahkan sering mendengar kalimat, untuk mencapai kesuksesan kita harus berani keluar dari zona nyaman. Beberapa tahun lalu saya berfikir, apakah pernyataan ini sepenuhnya benar?

Nyatanya banyak manusia yang memilih bekerja yang dapat membuatnya nyaman. Minimal dengan memilih tempat kerja yang tidak menekannya dengan tuntutan yang tidak masuk akal jika dibandingkan dengan apa yang ia dapatkan.

Lalu apakah kita harus benar-benar keluar dari zona nyaman?

Bagi saya pribadi, manusia tidak harus keluar dari zona nyaman, karena itu yang manusia cari. Manusia justru harus mencari zona nyamannya, dengan menghindari bermain aman. Singkatnya, beranikan diri keluar dari zona aman untuk mencapai zona nyaman.

Banyak manusia yang hidup dalam ketakutan yang mereka bangun. Mereka tidak berani keuar mencari aktifitas baru karena takut gagal, tidak berani mengeluarkan ide karena takut tidak dihargai, tidak berani mengemukakan hal yang ideal karena takut diasingkan.

Ketakutan-ketakutan itulah yang kemudian membuat manusia untuk bermain aman. Setelah itu, mereka akan memanipulasi diri mereka menjadi berpura-pura nyaman. Padahal suasana kebatinannya sangat tertekan.

Dalam dunia yang serba relatif ini, manusia mencoba mengamankan diri dengan menutup kemungkinan-kemungkinan. Padahal kehidupan yang relatif tidak menghasilkan kepastian, pada akhirnya hanya melahirkan ketakutan demi ketakutan.

Maka dari itu, manusia tidak perlu bermain aman untuk menghindari ketakutan. Bukankah ketika ketakutan berhasil dilawan, akan memimbulkan rasa aman? Bukankah rasa aman akan menimbulkan rasa nyaman?

Apa yang kita cari adalah kenyaman, maka hal itu jangan dihindari. Justru manusia harus mencari zona nyaman dengan keluar dari zona aman.

Imam Maula Fikri

Tinggalkan Balasan