Kota dan Kemiskinan

Kamu tidak akan menemukan itu di sini kawan. Di sini, jika kemiskinan hilang, maka orang-orang kaya itu akan mendadak miskin. Tidak ada lagi yang bisa mereka jual. Karena semua sudah merasa tidak perlu membeli apa-apa.

Teruntuk kawan saya di desa. Baru kali ini saya bisa kembali berkirim surat. Seperti biasa, kesibukanku menjadi orang kota membuatku sempat lupa menulis surat.

Kini ada beda yang aku rasa antara desa dan kota. Di sini, saya rasa kemiskinan dimana-mana. Tapi sengaja tidak dientaskan juga. Di sini, kemiskinan adalah komoditas.

Ya, barang dagangan yang harus dipertahankan keberadaannya. Agar suplai bisa berimbang dengan permintaan. Ada kalanya kemiskinan diminta agar para penguasa mampu berjanji dan berkata-kata.

Ada juga yang melihat cela bisnis dari kemiskinan. Sehingga ia meraup keuntungan dari kemiskinan yang aku lihat. Mungkin hal ini tidak akan kamu lihat di desa sana.

Karena aku tahu, di desa kita tidak ada pemimpin dan tidak ada penguasa. Semua sama, sama-sama manusia. Jika ada satu yang sakit semua merasa sakit. Jika ada satu yang menderita, semua akan merasa menderita.

Kamu tidak akan menemukan itu di sini kawan. Di sini, jika kemiskinan hilang, maka orang-orang kaya itu akan mendadak miskin. Tidak ada lagi yang bisa mereka jual. Karena semua sudah merasa tidak perlu membeli apa-apa.

Di desa kita, masa panen adalah masa yang paling menggembirakan. Karena semua bisa makan enak, semua dapat jatah makan. Entah yang memiliki lahan ataupun tidak.

Di sini, masa yang paling menggembirakan adalah masa kampanye. Karena bantuan tersebar di mana-mana, dan janji mudah ditemukan. Hingga semuanya membusuk dan tidak pernah termakan.

Berbeda di desa kita, tidak ada janji. Hanya ada hasil bumi yang terbagi merata dan semua bisa mengenyangkan manusia. Tidak ada yang membusuk, dan tidak ada yang membusung.

Tapi di sini, selalu saja ada yang menghina sistem kita itu. Dibilang hanya mementingkan isi perut daripada isi otak. Meski di sini banyak yang berotak hanya mementingkan isi perut.

Selamat malam kawan, semoga desa kita tetap sejahtera!

Imam Maula Fikri

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan