Islam, Manusia, dan Lingkungan

Karenanya akan sangat mustahil, orang yang mengaku menganut ajaran islam tapi dalam saat yang bersamaan tidak mencintai alam dan lingkungan.

Semasa masih menjadi santri, saya pernah belajar bagaimana hubungan manusia dan lingkungan. Hubungan itu, tergambar dalam dua ajaran yang pernah diajarkan pada kami para santri. Paling tidak, mungkin ini menjadi pandangan saya saja belakangan ini.

Pertama, dalam berperang, Rasul melarang pasukan muslim membunuh wanita, anak kecil, dan merusak tanaman. Kedua, jika kita ingin buang air kecil, sementara kita berada di lingkungan terbuka, pastikan kita tidak mengencingi lubang yang di dalamnya terdapat hewan. Atau lubang tersebut menjadi tempat tinggal jenis hewan tertentu.

Dua hal itu yang pernah kami terima. Tentu ada pemaknaan yang harus digapai secara kontekstual, yang bisa jadi saya pribdi tidak benar-benar faham apa itu. Namun yang jelas, secara tekstual saja, dua ajaran itu menggambarkan bagaimana Islam, sebagai ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, begitu menghargai lingkungan.

Semarah apa pun ketika manusia dalam kondisi peperangan, Nabi mengajarkan harus tetap menjaga lingkungan. Jika kita bawa teks itu pada zaman sekarang, entah ada atau tidak yang bisa melaksanakan itu. Tapi secara kontekstual, bisa saja masih banyak orang yang dapat melakukannya.

Ketika kita ingin membuang kotoran sisa metabolisme tubuh pun, Nabi lagi-lagi mengingatkan agar tetap memperhatikan sekitar. Sebab adanya larangan itu adalah agar manusia tidak mengganggu hewan yang ada di dalam lubang itu. Begitu kurang lebih penjelasannya yang saya ingat.

Dari dua hal itu, kita lihat bagaimaa Islam, sebagai sebuah ajaran, sangat memperhatikan lingkungan. Bahkan untuk urusan yang paling ‘sepele’ pun. Ajaran Islam tidak hanya mewajibkan penganutnya untuk memuliakan manusia dan Tuhannya. Tapi juga alam dan lingkungannya.

Karenanya akan sangat mustahil, orang yang mengaku menganut ajaran islam tapi dalam saat yang bersamaan tidak mencintai alam dan lingkungan. Sama tidak mungkinnya, jika ada orang yang mengaku menganut ajaran Islam namun mengabaikan hubungan dengan sesamanya. Ternyata Islam tidak hanya berbicara tentang hubungan Tuhan dan manusia. Tapi juga manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam serta lingkungannya.

Lalu sudah sampai dimana Islam yang kita fahami hingga saat ini?

Imam Maula Fikri

Tinggalkan Balasan