Hati-Hati Dengan Pubertas!

Jika manusia puber rusak karena lemahnya penjagaan, maka mereka dibuat ada untuk membuat kerusakan secara sengaja. Untuk itu, hati-hati dengan pubertas!

Pubertas adalah masa di mana semua manusia akan melewatinya. Masa di mana terjadi kematangan secara hormonal. Terjadi transisi dari anak-anak menuju dewasa.

Pada masa ini pula, orang tua menjaga anak-anaknya lebih ketat lagi. Karena anak akan mencari tahu tentang fungsi seksual. Juga akan mulai muncul rasa ketertarikan terhadap lawan jenis.

Banyak lagi perubahan yang signifikan antara anak-anak dan masa puber. Karenanya membuat orang tua selalu lebih waspada terhadap anaknya. Sayangnya, belakangan ini istilah puber ini tidak hanya digunakan untuk merujuk pada perkembangan dan pertumbuhan.

Ia merujuk pada dua hal yang selalu dipertentangkan, politik dan keagamaan. Ya, puber politik dan puber agama. Dua kelompok yang disebut oleh kelompok lainnya, yang mungkin lebih lama atau lebih faham soal keduanya.

Keduanya pun sama-sama berbahaya. Puber politik berujung pada dukungan yang membabi buta. Para puber politik hanya melihat sisi baik yang didukungnya, dengan mengesampingkan banyak aspek politik.

Hingga pada akhirnya, mereka akan menghantam habis siapa pun yang menjadi pendukung lawan politik. Apalagi dengan adanya media sosial, semua menjadi semakin runcing dan runyam. Sepanjang 2014 hingga 2019 adalah buktinya.

Ini pun tampaknya akan berlanjut meski sudah ada himbauan untuk tidak ada lagi istilah cebong dan kampret. Kelompok puber selanjutnya adalah puber agama. Mereka adalah yang dianggap baru belajar agama namun sudah bertingkah lebih pintar dari ulama sekalipun.

Hingga pada akhirnya para puber agama itu mudah menyalahkan orang lain, hingga mengkafirkan muslim lainnya. Ini yang kemudian disebut takfiri oleh kelompok lainnya. Atau mereka yang dianggap terlalu liberal.

Ketika mereka merasa lebih pintar dari para ulama, maka aspek etika sudah tidak lagi penting. Ilmu mereka tinggikan, padahal ilmunya belum seberapa, adab mereka rendahkan. Hingga pada akhirnya ini pun menyebabkan adanya perpecahan di dalam tubuh umat sendiri.

Kedua kelompok pubertas itu, sama-sama berbahaya. Karena mereka belum bisa menerima perbedaan dan menerima kekurangan masing-masing. Namun bedanya dengan manusia yang masuk tahap pubertas remaja, mereka tidak ada yang menjaga.

Mereka cenderung dipelihara untuk kepentingan tertentu. Mereka ada karena dibiarkan terus ada. Jika manusia puber rusak karena lemahnya penjagaan, maka mereka dibuat ada untuk membuat kerusakan secara sengaja. Untuk itu, hati-hati dengan pubertas!

Imam Maula Fikri

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan