(Bukan Sinetron) Dunia Terbalik

sekolah adalah racun. Apa yang kita rasakan saat ini, adalah hasil dari apa yang kita terima melalui pendidikan di masa lalu.

Dunia kita semakin maju, semakin canggih. Namun ada gelisah yang tak sudah-sudah, ada takut yang tidak pernah menciut. Banyak hal yang semakin berseberangan, bertabrakan, tidak wajar tapi dipercayai dan diyakini.

Sepekan lalu saya pernah mendengar satu kalimat terucap dari seseorang, rumah sakit semakin banyak dan megah, tapi pengunjungnya tidak pernah sepi. Orang sakit semakin banyak, dan penyakit semakin beragam.

Kalimat itu meletupkan pemikiran lain dalam diri saya. Alat komunikasi semakin canggih, tapi banyak orang yang makin malas berkomunikasi. Pertemanan semakin mudah dibangun melalui sosial media, tapi orang-orang lebih nyaman dengan pertengkaran.

Pendapatan orang-orang setiap tahun semakin bertambah, tapi mereka selalu merasakan kekurangan. Sekolah semakin banyak didirikan, tapi banyak yang semakin jauh dari esensi pendidikan.

Setiap tahun, ratusan, ribuan bahkan mungkin jutaan sarjana dilahirkan. Tapi kualitas keilmuan semakin mengkhawatirkan. Tiap tahun tak kurang dari seratus magister dan doktor dilahirkan, tapi kerumitan semakin membelit kehidupan.

Tak kalah payahnya, banyak yang diberi gelar profesor. Namun kumpulan manusia kotor makin mudah ditemukan. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin ini bukti dari apa yang saya dapatkan saat mengaji dulu, tanda-tanda akhir zaman. Hilangnya keberkahan ilmu.

Dunia ini tidak kekurangan manusia pintar, dunia ini tidak kekurangan apa pun untuk mencukupi hidup manusia. Tapi bagi sebagian umat manusia, dunia bukan lagi tempat yang menyenangkan. Namun tidak ada lagi pilihan selain bertahan hidup, jika kematian belum disiapkan.

Andai saja dunia ini tidak terstandarisasi oleh lembaran ijazah, serta besaran nominal angka, mungkin lebih banyak orang yang memilih tak bersekolah. Karena apa yang dihasilkan dari sekolahan, terkadang tidak lebih dari sekedar kepongahan.

Saya lalu teringat kata-kata mendiang Bob Sadino dulu. Saya tidak mendengarnya langsung, tapi beberapa kali membacanya, sekolah adalah racun. Apa yang kita rasakan saat ini, adalah hasil dari apa yang kita terima melalui pendidikan di masa lalu.

Imam Maula Fikri

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan