Bulan: April 2019

Post Truth, Kebenaran Delusif

Kecuali, kita pasrah saja dalam keadaan seperti ini. Dilanda kebingungan sepanjang hari, karena terus melihat pembenaran demi pembenaran. Bukan kebenaran demi kebenaran. Kemudian saya menyebutnya dengan kebenaran delusif.

Pemilu Kita Mahal(?)

Namun jika kemajuan itu tidak dibarengi dengan kedewasaan, maka semua akan sia-sia saja. Demokrasi kita maju, namun moralitas kita mundur. Lalu, peradaban kita pun mungkin segera punah. Sadarlah!

Bawah Dibangun, Atas Diperbaiki

Bagaimana seorang manusia kecil harus disiapkan menjadi sumber daya manusia yang unggul, sementara para pembangun manusia itu tidak unggul. Bahkan lebih parah, bobrok dengan tingkat keparahan yang teramat sangat.

Paradoksal Manusia Jilid II

Manusia adalah paradoks dari tujuan penciptaan itu sendiri. Diciptakan untuk menjadi penjaga, justru malah merusak. Diciptakan untuk mengabdi justru malah membangkang, dan diciptakan untuk bertemu Tuhannya, justru meminta agar pertemuan itu diulur waktunya.

Pemilih Belum Cerdas, De Javu Lima Tahun Lalu

Namun, harapan itu sepertinya tidak benar-benar nyata. Setidaknya melihat hiruk-pikuk jagat maya dan tayangan berita yang kita lihat. Masa lima tahun ke belakang akan tetap terjadi. Pertarungan dua kubu yang bertabiat sama. Saling mencerca, dan mencaci maki.

Catatan Perjalanan (10)

Mungkin begitu cara alam semesta mengajarkan manusia. Meski entah kenapa manusia kerap lupa, bagaiman cara menghilangkan ego dan mencintai sesama. Bahkan kadang membuat alam terluka. Entahlah!

Menanti Esok Lusa

Lalu rakyat, tetap bertugas sebagai rakyat. Yang menjadi majikan dari pemerintahnya. Yang tak segan memarahi pemerintahannya. Karena tanpa rakyat, pemerintah tidak ada apa-apanya.

Harga Diri Bukan Harga Teman

Jika pemikiran kita didasarkan pada hal-hal tersebut saja, maka teori maslow mungkin tak berguna lagi. Kebutuhan keempat dari kebutuhan manusia, harga diri. Manusia perlu itu, bukan perlu kalimat “biasa, harga teman!”