Tentang Fenomena Hijrah

Berhijarah artinya melakukan perjalanan untuk menemui Tuhan, bukan untuk menjadi Tuhan kecil. Berhijrah berarti berperjalanan, bukan menyalahkan. Berjalanlah, hingga kita menemukan makna dan tujuan.

Catatan Perjalanan (14)

Untuk kembali mengingat rasa (syukur) itu, berjalan adalah salah satu caranya. Kita lupa bersyukur karena hanya terus bergumul dengan aktivitas yang itu-itu juga. Tidak mau berjalan mencari aktifitas lain. Paling tidak pikiran kita berjalan mencari rasa itu.

Wasiat Bangkai Pengemis

Saya tulis kalimat ini untuk mereka yang sanggup membacanya dan mampu menahan tangis ketika membacanya. Bukan untuk mereka yang hanya peduli pada nafsu setan berselimutkan ajaranNya.

Pahlawan Tanpa Tanda-Tanda

Tapi bagaimana pun, guru akan tetap menjadi guru. Dihargai atau tidak, dianggap pahlawan atau tidak, setidaknya mereka bisa menghasilkan wakil rakyat dan pejabat yang rajin bohongi rakyat!

Kita Berislam Untuk Siapa?

Islam lebih luas dari apa pun sebagai sebuah ajaran. Hanya persepsi manusia yang sempit dan picik yang akhirnya menjadikan Islam seperti ajaran yang tidak manusiawi atau tidak mengikuti perkembangan zaman. Padahal waktu telah menguji ketahanan ajaran Islam itu sendiri.

Sang Pecundang Mimpi #2

Bukan soal sebuah wasiat, tapi dia takut mimpi yang hadir dalam tidurnya benar terjadi. Ia mencoba menghindari mimpi itu, tapi mimpi yang lainnya telah disiapkan untuk memyambut takdir hari itu.

Jamuan Meja Koalisi Oligarki

Mereka mungkin sempat membenci, tapi pada kesempatan lain mereka harus satukan hati, mungkin. Duduk satu meja dalam jamuan koalisi. Dan membiarkan penderitaan dan perjuangan masa lalu seperti hilang tak berarti.

Soal Tipu Menipu

Untuk itu semua, kita tidak pernah benar-benar tahu, siapa sebenarnya yang tahu tentang kasus-kasus itu. Karena bisa saja mereka yang tahu, justru malah memanipulasi masyarakat luas dengan pengetahuan mereka.

Selamat Datang Wakil Rakyat!

Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan terjunnya artis ke dunia politik. Menjadi masalah jika mereka tidak bisa juga menyerap aspirasi publik. Tidak usah publik luas yang mereka serap, cukup buktikan saja dulu dengan menyerap aspirasi konstituen mereka.